Safety

Penyalahgunaan Two-Hand Control pada Mesin sesuai ISO 13851:2019

Pernah melihat mesin yang harus dijalankan dengan menekan dua tombol menggunakan kedua tangan? Sistem seperti ini cukup umum ditemukan pada mesin press, punching, riveting, cutting, atau mesin lain yang memiliki gerakan berbahaya. Tujuannya terlihat sederhana: Kalau kedua tangan operator digunakan untuk menekan tombol, maka tangan operator tidak berada di area berbahaya.

Konsep ini dikenal sebagai Two-Hand Control Device (THCD) dan salah satu standar yang membahasnya adalah ISO 13851:2019 – Safety of machinery — Two-hand control devices — Principles for design and selection.

Sumber Gambar : two-hand-control-example-lewis-bass-blog-post.jpg

Namun, masih ditemukan beberapa kasus kecelakaan kerja akibat penyalahgunaan mekanisme ini.

Generate by ChatGPT
  1. Satu tombol ditahan atau diganjal. Operator menggunakan lakban, cable tie, clamp, kayu, magnet, atau benda lain untuk membuat satu tombol selalu aktif. Setelah itu operator cukup menekan tombol kedua dengan satu tangan.
  2. Ini yang paling klasik: two-hand control berubah menjadi one-hand control. Dua tombol ditekan dengan satu tangan. Posisi tombol terlalu dekat sehingga dapat ditekan menggunakan satu telapak tangan atau jari yang direntangkan. Secara fisik ada dua push button, tetapi kedua tangan operator tidak benar-benar “dipaksa” berada di posisi aman.
  3. Satu tombol ditekan dengan tangan, tombol lain dengan siku atau bagian tubuh lain. Misalnya tangan kanan menekan tombol kanan, sedangkan tombol kiri ditekan menggunakan siku, lengan, pinggul, atau bahkan lutut. Operator kemudian memiliki satu tangan bebas untuk memegang material dekat area dies.
  4. Kedua tombol ditekan menggunakan satu benda. Operator menggunakan papan, batang besi, jig, atau benda panjang untuk menekan dua tombol sekaligus. Ini sering mungkin terjadi jika bentuk dan posisi actuator tidak dirancang untuk mencegah defeat.
  5. Satu tombol terus ditahan antar-siklus. Operator tidak mengganjal tombol, tetapi secara manual terus menahan tombol kiri. Setelah satu cycle selesai, operator hanya melepas dan menekan tombol kanan untuk menjalankan cycle berikutnya. Karena itu, fungsi re-initiation/anti-tie-down sangat penting: sesuai karakteristik THCD yang dipilih, sistem harus memerlukan pelepasan control actuators sebelum output baru dapat diinisiasi.
  6. Two-hand control dilewati dengan foot pedal atau tombol lain. Saat audit, mesin terlihat menggunakan dua tombol. Tetapi operator sehari-hari mengubah mode dan menjalankan hazardous cycle menggunakan foot pedal, single push button, atau HMI. Ini perlu dinilai sebagai masalah pada mode selection dan safeguarding, bukan sekadar masalah tombol.
  7. Control station dipindahkan mendekati area bahaya. Pada movable two-hand control station, operator memindahkan panel lebih dekat ke dies atau pinch point agar loading material lebih mudah. Two-hand logic mungkin masih bekerja sempurna, tetapi safety distance-nya sudah hilang.

Beberapa sumber (seperti gambar dibawah ini) menunjukkan bahwa setidaknya harus ada pemisah antar tombol dengan minimum 550mm antar tombol. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan tombol.

Gambar dibawah ini adalah salah satu desain untuk menghindari penggunaan tangan dan siku dari lengan yang sama.

Sumber Gambar : Microsoft PowerPoint – TSz-Zweihandschaltung_2020_EMG.ppt – Kompatibilitätsmodus

Beberapa hal yang perlu menjadi konsiderasi adalah mengenai jarak dengan zona bahaya. Seperti pada gambar dibawah ini.

Selain item itu, sebenarnya ada beberapa mekanisme yang biasanya dibahas. ISO 13851:2019 membahas ada beberapa type yang dapat di aplikasikan. Type I, Type II, dan Type III adalah tingkat karakteristik fungsi keselamatan dari Two-Hand Control Device (THCD). ISO 13851 menyusun kombinasi persyaratan fungsi minimum untuk tiga tipe tersebut. ISO 13851:2019 tidak mengatakan “mesin A wajib Type I, mesin B wajib Type II, mesin C wajib Type III.” Standar ini secara eksplisit tidak menentukan tipe THCD untuk aplikasi mesin tertentu. Pemilihannya didasarkan pada risk assessment; untuk mesin tertentu

Generate by ChatGPT


Discover more from HSEpedia

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

🚧 Butuh materi HSE/K3L yang lengkap dan siap pakai? Kini Anda bisa mendapatkan ratusan dokumen berkualitas yang mencakup Checklist K3, Job Safety Analysis (JSA), Regulasi K3L, Poster Keselamatan, SOP, Panduan Ergonomi, dan masih banyak lagi! 🔗Mau? Klik link ini https://lynk.id/hsepedia

Joko Priono, M.K.K.K.

More than 12 years experiences as HSE at Multinational Automotive Company. Bachelor Degree of Environmental Health and Master Degree of Occupational Health & Safety - Universitas Indonesia. Author of "70 Materi Safety Talks and Acuan Implementasi SMK3"
Back to top button