Manajemen K3Safety

Safe Place, Safe Person dan Safe System

Dalam tulisanya A.M. Makin and C. Winder menjelaskan pendekatan dalam pencegahan dan pengendalian bahaya yaitu terdapat 3 pendekatan utama yaitu: Safe place, safe person dan safe system. Secara konsep sistem manajemen K3 berfungsi sebagai kontrol agar menghasilkan tempat kerja yang aman, pekerja yang aman dan sistem yang aman.

Ada 3 strategi pendekatan dalam mendukung sistem manajemen K3 yaitu:

  • Strategi pada pendekatan safe place didukung oleh proses penilaian risiko dan penerapan hirarki kontrol sampai ke titik dimana perubahan yang dibuat untuk lingkungan fisik yang ada. Strategi safe place mencakup pengaturan untuk situasi darurat, serta monitoring dan evaluasi untuk menilai efektivitas solusi yang telah diterapkan dan mereview setiap modifikasi. 
  • Strategi safe person melibatkan semua teknik yang fokus pada penyediaan orang atau pekerja dengan pengetahuan/skill, communicating awareness pada situasi yang berpotensi menimbulkan ancaman, atau sembuhnya pekerja setelah sakit atau kecelakaan baik itu fisik atau psikologi. Strategi safe person memiliki keuntungan untuk dapat menangani potensi bahaya yang lebih bersifat kompleks dan tidak teratur. 
  • Untuk safe system umumnya ditemukan dalam sistem manajemen K3.  Pendekatan safe system melihat yang berhubungan dengan kurangnya kepemimpinan dan direction seperti membuat safety policy, menetapkan safety kriteria untuk pemilihan supplier, bahan baku, desain dan peralatan. Pendekatan safe system biasanya membutuhkan feedback dan komunikasi terbuka agar adanya pemahaman yang lebih dalam proses kerja. Budaya kepercayaan, saling menghargai dan menghormati, dan transparan perlu diterapkan agar pendekatan sistem bekerja dengan efektif. Strategi “safe system” dalam membangun konsep safety akan lebih efektif jika disampaikan atau diterapkan dengan budaya yang sesuai
Strategies for dealing with complex hazards.

Simpulan dari artikel ini adalah bahwa sistem yang berfungsi sebagai strategi pencegah untuk mengurangi potensi bahaya yang terkait dengan kurang fokus dan arahan mungkin termasuk dengan kehadiran beberapa faktor antara lain:

  1. Kepemimpinan efektif
  2. Komitmen manajemen senior
  3. Alokasi sumber daya untuk K3
  4. Perencanaan K3 dan Uji kelayakan program
  5. Menetapkan tujuan dan sasaran K3
  6. Pengaturan tanggung jawab dan akuntabilitas K3
  7. Kebijakan K3
  8. Sistem Manajemen K3
  9. Sistem untuk Kelayakan dan kepatuhan regulasi
  10. Dokumentasi dan pencatatan
  11. Melakukan sistem berkala untuk melakukan tinjauan serta monitoring indikator kinerja.

Namun dalam simpulan masih dipertanyakan apakah dengan ketiadaan kepemimpinan, arahan, dan pendekatan sistem terhadap K3 di tempat kerja dirasakan oleh industri sebagai sumber bahaya organisasi sehingga untuk pengendaliannya bisa dilakukan dengan implementasi cara yang sama seperti hirarki kontrol layaknya hirarki kontrol pada bahaya fisik di tempat kerja.

Untuk safe place mencakup

  • Kemananan
  • Lingkungan Kerja yang Aman
  • Tata letak tempat kerja yang aman
  • Kesiapsiagaan dan tanggap darurat
  • Fasilitas dan instalasi yang aman

Safe place berarti keadaan lingkungan kerja dan atau peralatan-peralatan pendukung kerja harus terbebas dari adanya potensi risiko dan bahaya. Pembenahan-pembenahan harus dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan bahwa lingkungan tempat bekerja sudah aman dari risiko dan bahaya

Untuk safe person mencakup

  • Seleksi karyawan
  • Pengembangan keterampilan dan kompetensi karyawan
  • Pelatihan
  • Sistem untuk mendapatkan umpan balik karyawan
  • Sistem untuk karyawan yang berisiko
  • Sistem untuk karyawan yang terluka
  • Sistem untuk memberikan induction kepada kontraktor, pengunjung dan lainnya

Safe person berkaitan perilaku, tindakan dan atau interaksi seseorang atau pekerja dimana harus mendapatkan pemahaman terkait dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan serta diberikan perlengkapan-perlengkapan perlindungan diri terhadap segala potensi-potensi bahaya dan risiko yang akan dihadapi

Safe System merupakan keterlibatan aktif manajemen atau direksi selaku pembuat kebijakan K3 harus secara aktif memastikan telah ada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi secara terus menerus terhadap implementasi K3 di temapt kerja. Diharapkan dengan adanya keterlibatan aktif maka pengaruh management dan atau direksi akan mampu mengintegrasikan semua kebijakan atau peraturan terkait K3 akan dapat tersampaikan dan dilaksanakan oleh semua komponen dalam perusahaan serta akan mampu menghubungkan urgensi dari perlunya pengelolaan K3 yang baik dan benar terhadap kepentingan sustainability bisnis perusahaan.

Safe person dan safe place merupakan strategi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja. Safe person menitikberatkan pada pengendalian perilaku pekerja dan safe place menitikberatkan pada pengendalian bahaya di tempat kerja. Traditional management dan innovative management merupakan pengelolaan K3 di tempat kerja. Dimana, pada traditional management K3 terintegrasi pada aturan supervisor atau ahli K3, pekerja mungkin terlibat tapi tidak terlalu penting pada pelaksanaan K3 dan focus pada manajemen orang/perilaku. Pada Innovative management, manajemen mempunyai peranan penting, K3 terintegrasi pada system manajemen yang lebih luas dan keterlibatan pekerja sangat penting dalam pelaksanaan dan adanya mekanisme untuk meningkatkan keterlibatan.

Safe Person Control Strategy

  • Strategi pencegahan difokuskan pada kontrol perilaku pekerja

Safe Place Control Strategy

  • strategi pencegahan berfokus pada pengendalian bahaya di sumber melalui perhatian pada tahap desain dan penerapan identifikasi bahaya, penilaian dan prinsip-prinsip pengendalian

Traditional Management

  • kesehatan dan keselamatan di integrasikan ke dalam peran pengawas dan ‘orang kunci’ adalah pengawas dan / atau spesialis kesehatan dan keselamatan
  • karyawan mungkin terlibat, tetapi keterlibatan mereka tidak dipandang penting untuk pengoperasian sistem manajemen kesehatan dan keselamatan, atau sebagai alternatif kesehatan tradisional dan komite ada di tempat
  • Menekankan baik pada manajemen orang (orang yang aman) atau pada mekanisme teknis / program / legislatif untuk mengidentifikasi dan mengurangi bahaya (tempat aman)

Innovative Management

  • Manajemen memiliki peran kunci dalam upaya kesehatan dan keselamatan
  • Tingkat integrasi kesehatan dan keselamatan yang tinggi ke dalam sistem dan praktik manajemen yang lebih luas
  • Keterlibatan karyawan dipandang penting untuk operasi sistem dan ada mekanisme untuk memberikan efek pada tingkat keterlibatan yang tinggi

REFERENCES

Makin, A., & Winder, C. (2009). Managing Hazards in the Workplace using Organizational Safety Management System: a Safe Place, Safe Person, Safe System Approach.

Makin, A., & Winder, C. (2008). A new conceptual framework to improve the application of occupational health and safety management systems.

Show More

Joko Priono, M.K.K.K.

HSE Senior Specialist at Multinational Automotive Company. Master of Occupational Health & Safety- Universitas Indonesia.

Tinggalkan Komentar di sini

Back to top button