Health

Rubella atau Campak Jerman : Gejala dan Pencegahannya

Apa itu Campak Jerman?

Penyakit Campak Jerman dikenal juga dengan istilah rubella karena disebabkan oleh penularan virus yang bernama [glossary] Rubella [/glossary].  Penularan penyakit ini adalah melalui droplet yaitu cipratan air ludah dari penderita saat bersin atau batuk.  Manusia juga merupakan host satu-satunya bagi virus ini.  Umumnya penyakit ini sebenarnya sangat mirip penyakit campak pada umumnya.  Penyakit ini pada anak umumnya hanya akan menyebabkan demam ringan yang kemudian akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.  Namun, bagi wanita hamil penyakit ini dapat menyebabkan masalah serius.  Jika seorang wanita hamil terinfeksi virus rubella, dia bisa menularkannya kepada janinnya dengan kesempatan hampir 90% dan dapat mengalami keguguran atau bayi yang dikandungnya mengalami kecacatan dikenal juga dengan istilah congenital rubella syndrome (CRS).  Menurut data WHO pada tahun 2016, di seluruh dunia lebih dari 100.000 bayi lahir dengan CRS setiap tahunnya.  Oleh karena itu, bagi wanita hamil dan yang akan hamil haruslah berhati-hati.

 

Gejala

Penyakit ini ditandai dengan adanya ruam merah.  Ruam pertama biasanya muncul pada wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan berlangsung sekitar tiga hari.  Gejala lain yang mungkin terjadi 1 sampai 5 hari sebelum muncul ruam meliputi:

  1. Demam ringan (<39O C)
  2. Sakit kepala
  3. Pembengkakan kelenjar getah bening yang ada dibelakang telinga dan leher
  4. Mata merah
  5. Nyeri sendi (3-10 hari)
  6. Beberapa orang disertai dengan batuk dan ingusan
  7. Ruam merah (50-80% kasus) yang biasanya dimulai dari wajah dan leher.

Masa inkubasi rubella sekitar 2-3 minggu yang artinya seorang yang terinfeksi virusnya akan menunjukkan gejala-gejala pada rentang masa inkubasi tersebut.

 

Pencegahan

Pencegahan penyakit ini adalah dengan diberikan vaksin yang bersamaan dengan penyakit campak yaitu vaksin Mumps, Measles, Rubella (MMR). 

Bagi wanita subur umumnya menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui zat antibody TORCH dalam tubuh untuk rubella.  Jika tidak memiliki antibody, pasien akan diberikan imunisasi dan baru boleh hamil tiga bulan setelah penyuntikan.  Vaksinasi tidak dianjurkan diberikan saat ibu sedang hamil.  Bagi wanita hamil diusahakan harus ekstra hati-hati dengan seseorang yang sedang terkena flu atau mengunjungi orang yang sedang dirawat di rumah sakit.

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk mengobati penyakit ini, karena umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu seminggu.  Untuk gejala ringan, dapat dikelola dengan istirahat yang cukup.  Dapat juga diberikan antipiretik seperti parasetamol untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit kepala atau nyeri sendi.   Jika Anda khawatir tentang gejala pada anak Anda, hubungi dokter Anda.

Reference:

Rubella (German Measles, Three-Day Measles) information on https://www.cdc.gov/rubella/about/index.html

Rubella information on http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs367/en/

Show More

Joko Priono, M.K.K.K.

HSE Senior Specialist at Multinational Automotive Company. Master of Occupational Health & Safety- Universitas Indonesia.

Tinggalkan Komentar di sini

Back to top button