Health

Waktu yang Tepat untuk Mendapatkan Manfaat Berjemur

Kondisi global pandemic Covid-19 yang sedang kita alami saat ini, dengan peningkatan jumlah kasus pasien Covid positif setiap harinya membuat masyarakat khawatir. Masyarakat pun mencari cara untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Salah satu hal yang menarik dilakukan yaitu sun bathing atau berjemur sinar matahari. Untuk kalian yang diharuskan ‘di rumah saja’, sun bathing menjadi salah satu hal yang menyenangkan untuk mendapatkan sunshine vitamin. Namun, apakah kalian sudah tahu, kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan manfaat sinar matahari secara optimal? 

Bersarkan letaknya, wilayah Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa, sehingga wilayah Indonesia menerima banyak sinaran matahari karena matahari sepanjang tahun berada di atasnya. Wilayah Indonesia cenderung menjadi wilayah pertemuan udara (convergence). Pertemuan udara tersebut utamanya terdapat pada daerah Pias Pumpun Antartropik (PPAT) (Intertropical Convergence Zone = ITCZ). Sumber: Iklim Kawasan Indonesia (Dari Aspek Dinamik – Sinoptik). Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika. Jakarta: 2010)

Berjemur sinar matahari, apakah dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau hanya mengosongkan kulit saja? Ketahui dulu saat yang tepat untuk mendaptakan manfaat sun bathing

Matahari memancarkan 3 jenis sinar UV berdasarkan panjang gelombangnya masing – masing. Lalu apa pengaruh dari sinar matahari tersebut untuk kesehatan kita? Semua sinar uv sebenarnya berbahaya untuk kesehatan kita. Berikut merupakan rincian dampak sinar UV menurut World Health Organization (WHO):

UV A (315-400 nm)

95% sinar ultraviolet yang mencapai bumi adalah sinar UV A. Sinar UV A memiliki gelombang paling panjang dan dianggap sebagai sinar UV yang paling kuat, karena dapat menembus lapisan awan bahkan tetap ada di udara, tidak terpengaruh cuaca apapun. Sinar UV A juga dapat menyerap lebih dalam hingga ke lapisan dermis kulit.

UV B (280-315 nm)

Sinar UV B juga dapat menembus awan, namun paparannya hanya dapat menjangkau lapisan epidermis (permukaan kulit) saja.

UVC (100-280 nm)

UVC tidak sampai ke permukaan bumi karena lapisan ozon menyerap 97% – 99% sinar ultraviolet Matahari  dengan panjang gelombang sekitar 200 nm hingga 315 nm. Sinar UV C, yang sangat berbahaya bagi semua makhluk hidup, sepenuhnya disaring dengan kombinasi di oksigen (< 200nm) dan ozon (>200nm) pada ketinggian sekitar 35 kilometer (115000 ft).

Radiasi sinar ultraviolet (UV) adalah bagian dari spektrum elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari. Sinar UVC (panjang gelombang 100-280 nm) diserap oleh ozon atmosfer, sedangkan sebagian besar radiasi dalam kisaran UVA (315-400 nm) dan sekitar 10% dari sinar UVB (280-315 nm) dapat mencapai permukaan bumi. Jumlah sangat kecil sinar UV sangat penting untuk meningkatkan produksi vitamin D pada tubuh seseorang. Namun, paparan yang berlebihan juga dapat mengakibatkan efek kesehatan akut dan kronis pada kulit, mata dan sistem kekebalan tubuh. (World Health Organization. Ultraviolet Radiation. 2006). Berikut ini adalah ilustrasi paparan atau penetrasi UV terhadap kulit kita. Link Referensi

Spectrum UV and Our Skin

Hasil penelitian di Geneva, Swiss, menyebutkan bahwa kanker kulit adalah bentuk kanker yang paling umum di antara populasi penduduk yang berkulit terang. Penyebab utama lingkungan dari kanker kulit adalah paparan radiasi sinar ultraviolet. Selain itu, penggunaan kursi berjemur diperkirakan mengakibatkan lebih dari 450.000 kasus kanker kulit non – melanoma dan telah terjadi lebih dari 10.000 kasus melanoma setiap tahun di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Kebijakan untuk membatasi penggunaan alat penyamakan buatan (sunbeds) diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan terkait, seperti kanker kulit melanoma dan non – melanoma, berdasarkan laporan WHO terbaru. (World Health Organization. Artificial tanning devices: public health interventions to manage sunbeds. 2017) Dilansir dari World Health Organization (WHO) mengenai radiasi sinar ultraviolet, disebutkan bahwa Sinar UV matahari yang terkuat yaitu antara pukul 10 pagi dan 4 sore. Sedapat mungkin, batasi paparan sinar matahari selama jam-jam ini.

Risiko kesehatan dari paparan sinar UV yang berlebihan radiasi antara lain (World Health Organization. Sunshine and health: How to enjoy the Sun safely. 2006):

  1. Kulit terbakar dan perubahan kulit lainnya: kulit terbakar mulai dari kulit memerah hingga parah dan kulit melepuh yang menyakitkan.
  2. Katarak lensa mata: kekeruhan pada lensa mata yang mengarah ke penurunan daya penglihatan hingga dapat menyebabkan kebutaan.
  3. Karsinoma kulit: beberapa jenis tumor kulit ganas tipe non – melanoma disebabkan oleh radiasi sinar UV.
  4. Melanoma kulit ganas: kanker kategori sangat berat yang dapat berkembang setelah seseorang mengalami paparan sinar matahari berlebihan dalam jangka panjang.

Faktor lingkungan yang mempengaruhi tingkat UV (World Health Organization. Ultraviolet radiation and health):

Tinggi matahari

Semakin tinggi matahari di langit, semakin tinggi tingkat radiasi UV. Jadi radiasi UV bervariasi setiap hari, dengan tingkat maksimum terjadi ketika matahari berada pada ketinggian maksimum saat siang hari, terutama pada saat musim panas.

Latitude

Semakin dekat wilayah dengan garis khatulistiwa, maka semakin tinggi tingkat radiasi UV. Khususnya di Indonesia,

Tutupan awan

Tingkat radiasi UV tertinggi di bawah langit tanpa awan. Bahkan dengan tutupan awan, tingkat radiasi UV bisa tinggi karena hamburan radiasi UV oleh molekul air dan partikel halus di atmosfer.

Ketinggian

Pada ketinggian yang lebih tinggi, atmosfer yang lebih tipis menyaring lebih sedikit radiasi UV. Dengan setiap 1.000 meter peningkatan ketinggian, tingkat UV meningkat 10% hingga 12%.

Lapisan ozon

Lapisan ozon menyerap beberapa radiasi UV yang jika tidak akan mencapai permukaan bumi. Tingkat ozon bervariasi sepanjang tahun dan bahkan sepanjang hari.

Refleksi tanah

Radiasi UV dipantulkan atau tersebar ke berbagai luasan oleh permukaan yang berbeda, mis. salju dapat memantulkan sebanyak 80% radiasi UV, pasir pantai kering sekitar 15%, dan busa laut sekitar 25%

Tingkat radiasi UV bervariasi secara substansial dengan waktu dan tempat. World Health Organization membagi indeks UV menjadi 11 golongan.

  • Tingkat 1 – 2 : Risiko rendah artinya matahari tidak berbahaya bagi kita, tetapi kita harus menghindari kontak langsung selama lebih dari 2 jam.
  • Tingkat 3 – 5 : Risiko sedang artinya kulit kita akan terbakar dalam waktu 30 – 60 menit.
  • Tingkat 6 – 7 : Risiko tinggi artinya sangat berbahaya untuk berada di bawah sinar matahari secara langsung tanpa proteksi.
  • Tingkat 8 – 10 : Risiko sangat tinggi artinya kita harus menggunakan topi, baju tertutup, kacamata, dan SPF tinggi atau tetap berada di dalam rumah.
  • Tingkat 11 + : Risiko ekstrem artinya sebaiknya kita tidak keluar rumah sama sekali.

Rekomendasi penggunaan alat pelindung diri berdasarkan indeks sinar UV agar tetap aman saat berada di bawah sinar matahari :

Nah, sekarang kalian sudah tahu kan risiko dan manfaat sun bathing. Hal itu bisa kalian dapatkan jika kalian mengetahui cara membatasi paparan radiasi UV adalah kunci pengalaman matahari yang sehat dan menyenangkan! Tidak ada waktu yang pasti untuk melakukan sun bathing, disarankan kalian melakukannya sebelum jam 9 pagi. Namun, pastikan sebelum sun bathing, kalian selalu mengecek indeks UV yaa, salah satunya di www.accuweather.com 

Tips untuk mendapatkan manfaat sun bathing lebih optimal:

  1. Durasi berjemur hanya sekitar 5 – 15 menit
  2. Gunakan alat pelindung diri sesuai dengan kebutuhan
  3. Gunakan sun screen SPF 30+ 15 menit sebelum sun bathing untuk meminimalkan risiko terkena sunburn (kulit terbakar) atau risiko kanker kulit
  4. Lakukan sun bathing sambil olahraga ringan

Show More

Rizka Tamimi, S.K.M., M.K.K.K.

Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja - Universitas Indonesia

Tinggalkan Komentar di sini

Back to top button
Close
Close