Reproductive Health

Kanker Serviks & Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) yang Tidak Banyak Orang Ketahui

Apa itu Kanker Serviks?

[glossary]Kanker serviks[/glossary] merupakan penyakit kedua terbanyak yang diderita wanita di berbagai negara berkembang. Diperkirakan sebanyak  445.000 kasus baru dan sebesar 85% kematian terjadi di negara berkembang pada tahun  2012 di dunia1. Jumlah wanita yang terkena kanker serviks di Indonesia tahun 2013 tergolong tinggi sebesar 0,8%2, sehingga menjadikan kanker serviks menduduki peringkat teratas di Indonesia. Di Indonesia, setiap 1 jam seorang wanita meninggal karena kanker serviks3.  Ada beberapa penyebab seorang wanita terkena kanker serviks. Namun, penelitian menemukan bahwa kanker serviks 99,7% disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV). Virus tersebut dapat menyerang wanita yang berganti-ganti pasangan seksual, menikah atau melakukan aktivitas seksual sebelum menginjak usia 20 tahun, terpapar penyakit infeksi menular seksual (IMS), ibu atau saudara perempuan yang menderita kanker serviks, serta penurunan kekebalan tubuh (seperti HIV/AIDS, lupus, dan asma).

Timbulnya kanker ini diawali dengan munculnya satu sel abnormal pada leher rahim wanita. Setelah beberapa waktu, sel tersebut akan membelah diri dan membentuk suatu benjolan berisi jutaan sel kanker. Sel-sel ganas yang disebabkan oleh infeksi HPV semakin lama semakin menggerogoti sel-sel normal leher rahim. Hanya tinggal menunggu waktu menuju kematian jika sel-sel abnormal itu berkembang ke organ tubuh lain4.

 

Cara Mendeteksi dan Mencegah Kanker Serviks

Penyakit kanker serviks dapat dideteksi dengan melakukan screening atau tes penapisan dengan cara tes Pap (Pap smear). Pemeriksaan tes Pap dilakukan dengan cara mengidentifikasi adanya sel kanker pada leher rahim dengan metode sitologi atau pengambilan spesimen sel rahim.  Disamping deteksi dini kanker serviks dengan pap smear, sebaiknya para wanita juga melakukan pencegahan dini kanker serviks dengan vaksinasi HPV. Vaksin HPV merupakan bentuk pencegahan primer yang dapat mengeliminasi infeksi HPV pada wanita sehat. Meskipun terbilang baru di dunia medis, vaksinasi HPV membuahkan hasil yang menakjubkan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa vaksin HPV dapat mencegah sekitar 70-100% kanker serviks di seluruh dunia5.

Teknologi terbaru vaksin HPV ini pertama kali ditemukan oleh Profesor Ian Frazer, seorang imunolog klinis asal Australia yang telah mengantongi berbagai penghargaan internasional atas pencapaian ilmiah luar biasa bagi dunia pengobatan dan pencegahan kanker serviks. Perjalanan Profesor Ian Frazer dalam meneliti dan menemukan vaksin kanker serviks dimulai sejak tahun 1983. Frazer terinspirasi oleh dr. Harald zur Hausen yang mempublikasikan hasil penelitiannya yang menunjukkan hubungan antara virus HPV dengan kejadian kanker serviks, yang kemudian mendorongnya untuk membuat vaksin HPV. Tahun 1991, Frazer bertemu dengan Jian Zhou, seorang ilmuwan asal Cina yang juga tertarik dengan penelitian vaksin HPV dan mereka pun berkolaborasi membuat vaksin HPV. Singkat cerita, pada tahun 1991 mereka mematenkan hasil temuan mereka dan pada tahun 1997 mereka sukses memberikan vaksin HPV pertama pada manusia6.

Cara kerja vaksin HPV sama dengan vaksin pada umumnya, yaitu dengan penyuntikan virus HPV yang telah dilemahkan ke dalam tubuh. Secara alamiah, tubuh manusia yang telah mendapat vaksin HPV akan membentuk sistem kekebalan terhadap virus tersebut karena telah mengenal zat-zat kimia didalamnya. Dengan demikian, jika virus yang menyebabkan timbulnya sel kanker dapat dicegah dan dimusnahkan maka sel kanker itu pun dapat dihindari7.  Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan kepada remaja perempuan berusia 9-12 tahun. Pemberian vaksin yang paling efektif diberikan pada remaja yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Vaksinasi dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada 0, 1, dan 6 bulan. Namun, vaksin ini tidak dapat diberikan pada wanita hamil, wanita yang sedang sakit berat dan hipersensitif terhadap komponen vaksin7.

Kemudahan dalam hal pemberian vaksin dan tingginya angka keberhasilan menjadi keunggulan vaksin HPV. Sejak tahun 2006, vaksin HPV telah beredar di seluruh dunia dan telah terbukti memiliki tingkat keberhasilan seratus persen dalam menangkal virus HPV. Sekali perempuan mendapat injeksi, vaksin HPV ini mampu memberi proteksi hingga sepuluh tahun mendatang. Meskipun dapat mencegah infeksi virus HPV di masa depan, vaksin ini tidak dapat menghilangkan infeksi yang telah ada, artinya vaksin ini hanya efektif untuk mencegah kanker serviks bukan mengobatinya.  Vaksinasi HPV dapat dilakukan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit pemerintah dengan kisaran 2 juta rupiah untuk serangkaian vaksinasi atau sekitar 700 ribu rupiah untuk sekali penyuntikan vaksin HPV. Angka tersebut memang tergolong mahal bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia. Namun, jika dibandingkan dengan pengobatan kanker serviks harga tersebut lebih murah. Dokter Andi Darma Putra, SpOG (K) Onk, salah satu dokter spesialis kandungan di Jakarta, mencontohkan di tempatnya praktik bahwa biaya operasi kanker serviks sekitar 50 juta rupiah, belum lagi kemoterapi berkisar 20 juta/ kemoterapi yang perlu dilakukan enam kali, ditambah radiasi yang butuh dana tidak sedikit.

Vaksin HPV merupakan salah satu cara efektif dalam mencegah kanker serviks dengan tingkat proteksi yang tinggi, yaitu 70-100%. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan sejak dini kepada wanita yang belum aktif melakukan hubungan seksual, terutama usia 9-12 tahun. Akses untuk mendapatkan vaksin HPV juga sangat mudah karena telah tersedia di puskesmas, klinik, dan rumah sakit pemerintah. Melihat keefektifan vaksin HPV dalam melindungi wanita dari infeksi virus HPV serta kemudahan untuk mendapatkannya maka dianjurkan bagi seluruh wanita untuk sejak dini melakukan vaksinasi HPV.

 

Referensi :

1WHO. 2015. Human Papillomavirus (HPV) and Cervical Cancer. [online]. Tersedia di http://www.who.int/reproductivehealth/topics/cancers/en/. Diakses pada tanggal 26 Maret 2015.

2Badan Litbangkes Kemenkes RI. 2013. Data Riset Kesehatan Dasar 2013.

3Andrijono. 2007. Vaksinasi HPV Merupakan Pencegahan Primer Kanker Serviks. Majalah Kedokteran Indonesia. Vol. 57. No 5.

4Kemenkes RI. 2009. Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara.

5Pradipta, B. Sungkar, S. 2007. Penggunaan Vaksin Human Papilloma Virus dalam Pencegahan Kanker Serviks. Majalah Kedokteran Indonesia.Vol. 57. No 11.

6Cancer Research Institute. 2014. CRI Clinical Investigator Ian Frazer Creates HPV Vaccine That  Prevents Cervical Cancer. [online]. Tersedia di: www.cancerresearch.org/our-strategy-impact/people-behind-the-progress/scientists/cri-clinical-investigator-ian-frazer-creates-hpv-v/ (Diakses pada tanggal 31 Mei 2015).

7Radji, M. 2009. Vaksin Kanker. Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol VI. No 3. 109-118.

Show More

Arizta Primadiyanti

Lulusan S1 Gizi Universitas Indonesia. Content Writer at Sadkes.net

Tinggalkan Komentar di sini

Back to top button