Safety

Angka Kecelakaan Kerja di Indonesia Terbaru

Angka kecelakaan kerja di Indonesia sebenarnya masih penuh misteri. Tak banyak yang meragukan ke akuratan data yang di sajikan. Namun, itulah kondisi pencatatan data yang ada di negara kita. Data yang banyak digunakan bersumber dari BPJS Ketenagakerjaan. Dikutip dari laman resmi BPJS Ketenagakerjaan, dijelaskan bahwa JKK memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja. Manfaat JKK BPJS Ketenagakerjaan tersebut termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Perusahaan harus tertib melaporkan baik secara lisan (manual) ataupun elektronik atas kejadian kecelakaan kepada BPJS Ketenagakerjaan selambatnya 2 kali 24 jam setelah kejadian kecelakaan. Karena hal ini, umumnya data BPJS TK yang digunakan sebagai rujukan data kecelakaan kerja di Indonesia.

Angka Kecelakaan Kerja dan Kematian akibat Kerja di Indonesia

Data berikut diolah yang bersumber dari Sambutan Bulan K3 Nasional dan Data BPJS TK. Untuk tahun 2018-2021 belum ditemukan data terkait dengan angka kematian akibat kerja sehingga jika melihat tren setiap tahunnya berkisar 2% maka dapat diasumsikan angka kematian berkisar 3.000-4.500 kematian per tahunnya. Dari data yang ditemukan, memang ada beberapa data yang perlu di verifikasi ulang dan memunculkan beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah peningkatan angka kecelakaan kerja di Indonesia yang meningkat secara drastis pada tahun 2020. Mengingat bahwa pada tahun 2020, sejumlah perusahaan banyak melakukan Work From Hom (WFH) akibat adanya pandemi Covid-19.

Situs Katigaku.top pernah mengulasi mengenai analisa kecelakaan kerja yang ada di Indonesia. Ya, memang data ini belum bisa mewakili kondisi aktual yang ada karena masih ada banyak pekerja di Indonesia yang mungkin belum terdaftar di BPJS TK. Selain itu proses digitalisasi bisa saja memperbaiki proses pencatatan yang selama ini masih belum rapi. Ya, memang di tahun 2020 bisa dikatakan ada banyak perubahan pada system kerja yang kemudian beralih ke system online. Sepertinya perlu di detailkan juga untuk tahun 2020-2021 ini apakah ada laporan Penyakit Akibat Kerja (PAK) terkait dengan bekerja di rumah (WFH)?. Sepertinya angka kecelakaan kerja yang terlampir berikut seperti konsep gunung es. Masih banyak kecelakaan-kecelakaan kerja lainnya yang tidak terlaporkan kepada BPJS TK dengan kondisi misalnya sudah bisa tertangani oleh klinik perusahaan dst.

Berikut juga kami lampirkan angka kasus cacat akibat kerja yang terlaporkan. Cacat dalam hal ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu cacat total, cacat sebagian dan cacata fungsi. Data yang tersaji baru dari tahun 2001-2014 saja.

Grafik Angka Kasus Catat dan Kecelakaan Akibat Kerja di Indonesia tahun 2001-2014

Hingga saat ini, memang belum ditemukan data terkait dengan Angka Kasus Catat akibat kerja di Indonesia. Data terakhir yang ditemukan hanya pada tahun 2001-2014. Dari tahun ke tahun, angka kasus kecacatan akibat kerja semakin menurun. Tentunya ini patut disyukuri, apakah ini merupakan dampak dari mulai banyaknya pekerja dan pengusaha peduli terkait dengan sistem keselamatan dan kesehatan kerja? Namun perlu di catat bahwa angka kasus kecelakaan kerja cenderung meningkat.

Show More

Joko Priono, M.K.K.K.

HSE Senior Specialist at Multinational Automotive Company. Master of Occupational Health & Safety- Universitas Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button