Health

Benarkah Diabetes Dapat Menyebabkan Kebutaan?

Hari kesehatan sedunia diperingati pada tanggal 7 April setiap tahunnya. Pada tahun 2016 ini badan kesehatan dunia (WHO) mengusung tema “Beat Diabetes”. Penyakit diabetes merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah kematian yang mencapai 3,7 juta di seluruh dunia dan lebih dari satu perempatnya terjadi di Asia Tenggara. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan 6,9 persen penduduk Indonesia menderita penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah1. Secara lebih khusus berdasarkan data yang dirilis Federasi Diabetes Internasional (IDF) pada tahun 2013 penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia mencapai 8.554.155 dengan rentang usia 20-79 tahun. Selanjutnya, pada tahun 2014 angka penderita DM tersebut semakin meningkat mencapai 9,1 juta orang dengan prediksi tahun 2035 jumlah penderita diabetes meningkat hingga 14,1 juta dengan tingkat prevalensi 6,67% untuk populasi dewasa2. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh lainnya. Salah satu komplikasi yang muncul pada penderita DM adalah komplikasi yang menyebabkan kerusakan retina mata yakni penyebab kebutaan jika dibiarkan3.

Mengenal Risiko Gangguan Mata Pada Penderita Diabetes

Diabetes memiliki dua jenis utama, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Jenis yang paling umum terjadi adalah tipe 2. Sekitar 80% pengidap diabetes di Indonesia menderita tipe 24. DM yang terjadi karena penurunan produksi insulin dapat berpengaruh pada organ mata dengan berbagai keluhan yang dirasakan, mulai dari merasakan penglihatan mengabur hingga mengalami kebutaan permanen. Beberapa komplikasi DM pada organ mata berkaitan dengan bolah mata. Bola mata manusia memiliki permukaan dengan tiga lapisan yaitu sklera berwarna putih, koroid yang menjadi tempat berkumpulnya pembuluh darah, dan lapisan yang paling dalam adalah retina yang berisi sel-sel yang peka terhadap cahaya dan pembuluh darah5.

Kondisi pertama gangguan mata pada penderita DM setelah mendapatkan pengobatan berupa suntik insulin, ketika insulin masuk dalam aliran darah akan menurukan gula dengan cepat, sehingga lensa mata mengalami dehidrasi (kondisi tubuh kehilangan banyak cairan) yang disebabkan sejumlah cairan mata keluar. Peristiwa ini menyebabkan pandangan mata agak kabur. Biasanya keluhan ini hanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan.

Kondisi gangguan mata selanjutnya adalah Diabetik Retinopati (DR). DM menyebabkan pembuluh-pembuluh darah pada sel-sel mata mengalami kerusakan setelah itu muncul lepuh-lepuh kecil yang akan pecah dan mengakibatkan pendarahan yang seringkali menyebabkan kebocoran pada pembuluh darah tersebut sehingga cairan mengumpul pada permukaan retina. Kerusakan retina akibat pengaruh DM inilah yang dinamakan Diabetik Retinopati (DR). Kerusakan retina pada penderita DM sangat mengancam kondisi penglihatan karena “Retina” merupakan bagian tempat jatuhnya bayangan benda yang masuk melalui lensa dan pada daerah tersebut juga terdapat pembuh darah yang memasok glukosa dan nutrisi lain yang diperlukan sel-sel mata6. Tingginya kadar gula darah penderita diabetes menyebabkan pembuluh darah mengalami kerusakan secara perlahan. Pada pembuluh darah yang mengalami penyumbatan atau bocor, jika terjadi pada retina maka akan timbul pendarahan hingga lama kelamaan dapat mengakibatkan retina terlepas. Gangguan akibat diabetes ini dapat ditanggulangi dengan pengobatan menggunakan sinar laser. Sinar laser diarahkan pada bagian daerah pinggi tipis retina, untuk membersihkan gumpalan akibat pembuluh darah yang pecah serta mencegah penyaki baru7. Semakin cepat komplikasi ini diobati, semakin baik pula hasilnya.

Penyakit mata lainnya yang juga dapat diperparah karena DM adalah Katarak (kekeruhan lensa mata) dan Glaukoma. Orang dewasa dengan diabetes 2-5 kali lebih mungkin mengalami katarak dibandingkan mereka yang tanpa diabetes. Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi yang merusak saraf optik mata, dimana serabut tersebut menghubungkan sinyal penglihatan dari mata ke otak. Pada orang dewasa, penderita diabetes dua kali lipat memiliki risiko glaukoma dibandingkan mereka yang  tanpa diabetes8.

Cara Mencegah Kebutaan Pada Penderita Diabetes

Beberapa cara pencegahan gangguan mata pada penderita DM adalah rutin memeriksakan kondisi mata (minimal 1 tahun sekali) ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas yang memiliki layanan khusus mata atau rumah sakit, rutin melakukan kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol. Selain itu, menjaga gaya hidup sehat sperti tidak merokok, olahraga teratur, dan menjaga makanan akan mengurangi risiko komplikasi diabetes pada mata atau pada organ lainnya.

Show More

Ida Fauziah

Aktivitas Ida saat ini adalah sebagai Nutrition Improvement Program Coordinator at JAPFA Foundation and Konsorsium Indonesia Bergizi. Ida merupakan Alumni Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia.

2 Comments

    1. Terima kasih karena sudah mampir di website kami. Kami tunggu kunjungannya berikutnya. Jika anda rasa website ini bermanfaat untuk orang lain silahkan untuk di share. Terima kasih salam -Admin

Tinggalkan Komentar di sini

Baca Juga
Close
Back to top button
Close
Close