Health

4 (Empat) Tempat Wisata Ilmiah Edukasi Kesehatan Yang Harus Kamu Ketahui

Kegiatan berwisata baik yang dilakukan sendiri maupun bersama kerabat, teman bahkan keluarga ternyata memiliki dampak positif untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Setelah setiap harinya kita dituntut untuk melakukan rutinitas yang banyak menguras tenaga dan juga pikiran, pilihan untuk bepergian ke tempat wisata ini akan menjadi salah satu cara membuat tubuh kembali bugar, pikiran kembali segar. Dari berbagai pilihan jenis berwisata, wisata ilmiah atau edukasi bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menyegarkan kembali pikiran dengan menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus membuat tubuh kembali bugar. Berikut di bawah ini adalah tempat 4 tempat wisata ilmiah yang dikelola Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI untuk edukasi kesehatan yang bisa dinikmati oleh masyarakat :

Wisata Ilmiah Museum Kesehatan dr. Adhyatma di Surabaya

Selain Kebun Binatang Surabaya yang merupakan salah satu tempat wisata populer di Surabaya, terdapat wisata ilmiah Museum Kesehatan dr. Adhyatma yang juga terletak di Surabaya. Secara formal “Museum Kesehatan dr. Adhytama” di resmikan pada September 2004. Memasuki Museum Kesehatan ini pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai macam koleksi dalam bentuk asli, replika, foto atau gambar benda-benda yang bernilai historis dalam hal kesehatan sampai sekarang. Selain itu museum ini juga berfungsi memberkan informasi kepada pengunjung tentang seluk-beluk kesehatan dan budaya ilmu pengetahuan sejarah. Museum Kesehatan dr. Adhyatma dilengkapi dengan perpustakaan dan ruang pameran yang disebut sasana. Terdapat 7 sasana yang berada di Museum Kesehatan dr. Adyatman yang memperlihatkan beragam koleksi antara lain: 1. Sasana Adhyatma yang menyajikan koleksi Adhyatma,MPH ketika mejadi Menteri Kesehatan pada tahun 1988 hingga 1993; 2. Sasana Kencana yang menyajikan sejarah dan profil kesehatan pelopor museum; 3. Sasana Kespro (Kesehatan Reproduksi) yang menyajikan peralatan kesehatan reproduksi seperti kesehatan ibu dan anak berbagai budaya, kesehatan kehamilan, persalinan dan keluarga berencana; 4. Sasana Genetika yang menyajikan mununjukkan garis keturunan dan silsilah seperti silsilah keluarga kerajaan di Indonesia; 5. Sasana Kesehatan Budaya yang menyajikan beberapa alat medis yang terkait dengan kepercayaan atau supranatural dan dunia gain yang berkembang di masa lampau; 6. Sasana Fauna menyajikan berbagai replika binatang yang menjadi mediator penyakit (vector) dan juga beberapa binatang yang berkhasiat sebagai obat dan membantu kita semua, 7. Sasana Medik dan Non Medik menyajikan peralatan kesehatan medis dan non medis yang digunakan di masa lalu dan menjadi hostoris yang besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Yuk! rasakan keseruan berwisata ke Museum Kesehatan dr. Adhyatma badan sehat, pikiran segar dan tentunya sekaligus menambah pengetahuan tentang kesehatan1.

Teater dan Museum Nyamuk di Ciamis

Indonesia ternyata memiliki Museum Nyamuk Pertama di Pangandaran, Kab Ciamis yang diresmikan pada tahun 2009. Nyamuk, merupakan hewan yang termasuk ke dalam kategori serangga ini ternyata berdampak luas bagi kehidupan manusia baik secara negatif maupun positif. Museum yang di dalamnya terdapat teater dan koleksi tanaman antinyamuk juga di kelola oleh Kementerian Kesehatan RI. Hadirnya Museum Nyamuk ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang berbagai jenis nyamuk di Indonesia dan jenis nyamuk yang merupakan penular (vektor) penyakit, sekaligus menjadi pendukung wisata ilmiah. Di dalam Museum Nyamuk ini pengunjung dapat mempelajari tentang nyamuk secara menyeluruh dimulai dari fase perkembangan nyamuk, contoh specimen berbagai genus Nyamuk yang menjadi vektor penyakit seperti Aedes aegepty penyebar Demam Berdarah, dan juga menyediakan film dokumenter tentang siklus kehidupan nyamuk. Museum wisata ilmiah ini juga dilengkapi sarana penunjang insectarium (sampel jenis serangga yang diawetkan), berbagai laboratorium seperti laboratorium untuk mempelajari serangga (entomologi), parasitology, farmakologi, virology, uji insektisida, dan dilengkapi dengan pameran tanaman obat anti malaria serta pengusir nyamuk. Mari berkunjung ke Museum Nyamuk untuk mengetahui secara menyeluruh tentang nyamuk dan juga untuk meningkatkan pengetahuan mengenai perilaku hidup sehat2,3.

Dunia Vektor & Reservoar Penyakit (Duver) di Salatiga

Jika di Ciamis terdapat Museum Nyamuk, di kota Salatiga terdapat Dunia Vektor dan Reservoir Penyakit (Duver) telah diresmikan pada tahun 2011. Didirikannya Duver ini bertujuan sebagai rujukan masyarakat untuk mengetahui segala sesuatu vektor atau binatang yang menjadi perantara penularan penyakit. Duver terletak di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dar Reservoir Penyakit (B2P2VR) Jawa Tengah di Kota Salatiga. Di Duver pengunjung akan dapat melihat berbagai jenis vektor, mulai dari nyamuk, lalat, kecoa, hingga tikus. Selain itu, ada pula simulasi untuk mengetahui penyebaran vektor penyakit, serta berbagai penelitian mengenai vektor yang telah dilakukan4.

Wisata Ilmiah Tanaman Obat di Tawangmangu

Tawangmangu tidak hanya terkenal dengan wisata Grojogan Sewu atau Taman Balekembang, jika berkunjung ke Tawangmangu mari menyempatkan diri untuk berwisata ke Balai Tanaman Obat untuk wisata jamu. Bertempat di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BPTO) yang terletak di Jalan Raya Lawu No.11, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Wisata ilmiah Tanaman Obat di Tawangmangun ini terletak pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut di atas permukaan laut (dpl), tentunya selain bisa berwisata untuk mengirup udara segar, disini kita juga bisa menambah wawasan tentang kesehatan. Mengunjungi Balai Tanaman Obat dan Obat tradisional pengunjung akan melihat wisata kesehatan terkait jamu. Fasilitas yang ada di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional adalah klinik saintifikasi jamu, laboratorium terpadu, griya jamu, museum jamu, etalase tanaman obat, dan kebun Tlongo Dlingo. Museum jamu juga memiliki koleksi barupa bahan-bahan jamu yang disertai keterangan asal lokasinya, untuk menarik perhatian pengunjung di Museum Jamu ini terdapat koleksi kemasan jamu dari masa ke masa dan kumpulan tanaman yang berkhasian yang telah diawetkan Untuk yang ingin berwisata alam sekaligus ingin menambah wawasan mengenai kesehatan berkunjung ke Balai Penelitian Obat di Tawangmangu adalah pilihat yang tepat5.

Show More

Ida Fauziah

Aktivitas Ida saat ini adalah sebagai Nutrition Improvement Program Coordinator at JAPFA Foundation and Konsorsium Indonesia Bergizi. Ida merupakan Alumni Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia.

Tinggalkan Komentar di sini

Back to top button