Safety talks

Fasilitas Tanggap Darurat pada Kendaraan Bermotor

Pada Februari 2020, Direktur Jenderal Perhubungan Darat menerbitkan peraturan mengenai fasilitas tanggap darurat pada kendaraan bermotor No. KP.972/AJ.502/DRJD/2020. Peraturan ini mencabut peraturan sebelumnya yaitu Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor Sk.1763/AJ/501/DRJD/2003 tentang Petunjuk teknis tanggap darurat kecelakaan kendaraan bermotor angkutan penumpang.

Pada peraturan terbaru ini dijelaskan bahwa kendaraan bermotor dalam hal ini adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel. Ada beberapa kategori kendaraan bermotor yang dijelaskan dalam peraturan ini.

Kategori Kendaraan Bermotor

Dalam peraturan ini ada 10 kategori kendaraan bermotor.

  • M1 : Tempat duduk max 8 orang (berat <3.500 kg)
  • M2 : > 8 tempat duduk dan JBB/ Gross Vehicle Weight (GVW) s.d 5.000 kg
  • M3 : > 8 tempat duduk dan JBB/ Gross Vehicle Weight (GVW) > 5.000 kg
  • N1 : Roda empat atau lebih untuk mengangkut barang dan JBB/ GVW s.d 3.500 kg
  • N2 : Roda empat atau lebih untuk mengangkut barang dan JBB/GVW > 3.500 kg tetapi < 12.000 kg
  • N3 : Roda empat atau lebih untuk mengangkut barang dan JBB/ GVW > 12.000 kg
  • O1 : Kendaraan bermotor penarik untuk kereta gandengan atau kereta tempelan dengan JBKB atau Gross Combination Weight (GCW) < 750 kg
  • O2 : Kendaraan bermotor penarik untuk kereta gandengan atau kereta tempelan dengan JBKB atau Gross Combination Weight (GCW) > 750 kg tetapi < 3.500 kg
  • O3 : Kendaraan bermotor penarik untuk kereta gandengan atau kereta tempelan dengan JBKB atau Gross Combination Weight (GCW) > 3.500 kg tetapi < 10.000 kg
  • O4 : Kendaraan bermotor penarik untuk kereta gandengan atau kereta tempelan dengan JBKB atau Gross Combination Weight (GCW) > 10.000 kg

Dalam peraturan ini disebutkan bahwa untuk kategori M2 dan M3 untuk mobil bus wajib dilengkapi dengan akses keluar darurat berupa jendala/ dan/atau pintu, alat pemecah kaca berupa martil, alat pemadam api ringan (APAR) dan alat kendali darurat pembuka pintu utama.

Ilustrasi Apar di Mobil (Sumber: Kompas.com)

Sementara untuk kategori M1, N1, N2, N3, )1, O2, O3 dan O4 untuk mobil penumpang, mobil barang wajib dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat berupa akat pemadam api ringan. Dalam pasal 6 juga disebutkan bahwa untuk jenis APAR ini dapat memadamkan kebakaran paling sedit benda padat (A), benda cari atau gas (B) dan instalasi listrik bertegangan (C). Ingat, perlu juga disampaikan mengenai tata cara pengoperasian Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor (red : Cara menggunakan APAR).

Selain itu juga pada pasal 8 juga menyebutkan bahwa angkutan (M2 dan M3) wajib dilengkapi informasi tanggap darurat yang jelas dan mudah terbaca yang diletakkan pada setiap tempat duduk penumpang.

Show More

Joko Priono, M.K.K.K.

HSE Senior Specialist at Multinational Automotive Company. Master of Occupational Health & Safety- Universitas Indonesia.

Tinggalkan Komentar di sini

Back to top button